5 Langkah Perencanaan Keuangan Keluarga Selepas Masa Pensiun Agar Kondisi Finansial Tidak Tergoncang

Memasuki usia 50 tahun ke atas artinya sudah semakin dekat diri Anda dengan yang namanya pensiun, ini adalah hal yang harus dihadapi oleh semua orang, khususnya adalah mereka yang memang bekerja dalam sebuah instansi baik itu negara maupun swasta. Ketika memang sudah memasuki masa ini tentunya Anda sudah terbebas dari tanggung jawab pekerjaan, namun sudahkah sedari sekarang melakukan perencanaan keuangan keluarga untuk menghadapi masa pensiun tersebut?

Apalagi tidak bisa dipungkiri juga jika seandainya kondisi keuangan akan berubah secara drastis ketika Anda sudah memasuki masa tidak bekerja, meskipun ada pesangon atau uang pensiun yang nantinya didapatkan. Namun paling tidak juga harus memikirkan apakah masih ada tanggungan yang harusnya dicukupi atau tidak. Mungkin juga ada beberapa diantara Anda yang sudah mulai berangan-angan di dalam menggeluti satu bidang usaha tertentu ketika nantinya telah lepas dari pekerjaan saat ini sehingga bisa tetap berkarir di usia tua.

Untuk itulah agar nantinya kondisi keuangan tetap dalam kondisi yang stabil, bahkan selepas masa pensiun Anda, maka berikut ini diantaranya beberapa langkah yang bisa Anda terapkan mulai dari sekarang, diantaranya adalah:

  1. Mulailah menabung sedari sekarang, kebiasaan menabung ini memang harus dipupuk sedini mungkin dengan tujuan tak hanya menyediakan dana darurat, melainkan juga persiapan keuangan jangka panjang. Sehingga jika seandainya dulu jumlah atau nilai yang ditabung tidak begitu banyak, maka sekarang ini bisa agak sedikit ditambah jumlah yang harus dikumpulkan setiap bulannya, sehingga isi tabungan juga akan lebih cepat membengkak.
  2. Pertimbangkan untuk membeli produk asuransi jiwa, jenis asuransi yang sebenarnya penting dimiliki oleh siapa saja, asuransi jiwa ini tak hanya memberikan perlindungan diri dan juga keluarga, melainkan juga dapat digunakan sebagai investasi di masa depan, hendaknya jangan memilih yang seumur hidup, melainkan pilihlah produk asuransi berjangka, antara 5 hingga 20 tahun. Sehingga kemungkinan untuk tetap bisa menikmati uangnya juga tergolong tinggi.
  3. Hitung-hitung kebutuhan finansial dan buatlah tujuan yang jelas, faktanya nanti semakin lama angka kebutuhan seseorang memang akan mengalami peningkatan, begitu juga ketika sudah memasuki masa pensiun nantinya, untuk itu ada baiknya sedini mungkin untuk menghitung jumlah kebutuhan untuk pensiun mendatang dan tentukan tujuan apa yang diinginkan, sehingga dapat dipakai untuk memanfaatkan waktu senggang, misalnya untuk berbisnis atau mungkin investasi.
  4. Utamakan masa depan buah hati, jika seandainya mereka masih dalam jenjang pendidikan setelah nantinya Anda pensiun, maka wajib untuk tetap mencukupi kebutuhan pendidikan tersebut, jadi daftarlah produk asuransi pendidikan anak. Dengan demikian maka tidak perlu lagi memikirkan sumber biaya yang akan digunakan untuk membayar biaya kebutuhan pendidikan mereka, semuanya akan tetap tercukupi.
  5. Berinvestasilah mulai dari sekarang, hal lain yang juga bisa dilakukan untuk tetap menjaga keuangan dalam kondisi yang stabil bahkan selepas pensiun adalah dengan mulai investasi dari sekarang. Carilah produk investasi yang agaknya paling mudah dan juga aman, seperti deposito atau mungkin reksadana yang kedepannya bisa Anda nikmati hasilnya.

Kondisi yang satu ini memungkinkan masa depan finansial tetap stabil atau terjaga dengan baik meskipun sudah tidak lagi bekerja. Jadi lakukan perencanaan keuangan keluarga tersebut mulai dari sekarang, jangan tunggu nanti atau akan terlambat. Karena sudah pasti tingkat kebutuhan di masa mendatang kian besar, namun tidak diimbangi dengan pemasukan yang sama lagi.