Reksadana Pasar Uang

Sunday, June 25th, 2017 - Ekonomi

Advertisement

Memiliki investasi memang memberikan banyak sekali keuntungan yang bisa didapat di masa depan. Namun berinvestasi bukanlah hal yang mudah dan dibutuhkan pengalaman professional serta kekuatan mental agar bisa mencapai kesuksesannya. Nah, khusus untuk Anda yang masih terbilang pemula dan baru saja ingin terjun ke dunia investasi, mungkin jenis investasi yang cocok adalah investasi reksadana pasar uang. Mengapa? Berikut penjelasannya.

Pengertian Reksadana Pasar Uang

Advertisement

Mempelajari investasi reksadana pasar uang relative mudah jika dibandingkan langsung dengan bermain saham langsung di bursa efek. Salah satu jenis reksadana yang paling ramah untuk kalangan investor pemula adalah reksadana pasar uang. Investasi jenis Reksadana Pasar Uang sering juga disebut dengan money market funds. Reksadana satu ini mengelola dana investor pada produk-produk pasar uang.

Lalu apa saja yang dimaksud dengan produk pasar uang?

  • Sertifikat Bank Indonesia (SBI)
  • Surat Berharga Pasar Uang (SBPU)
  • Sertifikat Deposito
  • Prologisasi
  • Blenning (Kredit jangka pendek yang jatuh temponya kurang dari 1 bulan)
  • Kertas-kertas perbendaharaan Negara (surat utang jangka pendek yang dikeluarkan oleh Negara)
  • Kredit Jangka Pendek Kredit yang jatuh tempo kurang dari 12 bulan.

Sehingga dapat disimpulkan reksadana pasar uang berisi produk-produk pasar uang, deposito, dan surat jangka pendek (di bawah 12 bulan).

Reksadana pasar uang memiliki karakteristik yang memiliki potensi risiko dan return­-nya lebih kecil dibandingkan dengan reksadana jenis lainnya. Inilah yang menjadikan risiko reksadana pasar uang lebih kecil dibandingkan dengan deposito. Saat ini, bunga tabungan hanya sekitar 1 persen setiap tahun, sedangkan deposito berkisar 4-5 persen per tahun. Nah, reksadana pasar uang bisa dicapai hingga 8 persen per tahun. Lebih besar bukan? Selain itu, Tujuan utama dari reksadana pasar uang adalah untuk menjaga likuiditas dan pemeliharaan modal.

Jenis-Jenis Reksa Dana

Alasan mengapa reksadana pasar uang lebih unggul daripada deposito:

  • Memberikan Keuntungan lebih besar
  • Dikelola dengan profesional
  • Modal lebih rendah
  • Akses lebih mudah dan fleksibel

Bagaimana Cara Investasi Reksadana Pasar Uang?

Pada dasarnya penghitungan reksadana secara umum terdiri dari 2 hal yakni Nilai Aktiva Bersih (NAB) dan juga Unit Penyertaan (UP). Transaksi reksadana diproses berdasarkan= NAB per UP.

Jika dimasukkan ke dalam angka, perhitungannya seperti ini:

Seseorang membeli Reksadana Pasar Uang sebesar Rp10.000.000 dan NAB/unit Reksadana pada hari itu adalah sekitar Rp1.000. Maka unit penyertaan yang seseorang miliki adalah: RP10.000.000/Rp2.000,65 = 4.998,375 unit penyertaan

Lalu jika seseorang tersebut menjual kembali reksadananya pada bulan berikutnya dengan harga NAB/unit pada saat itu adalah sebesar Rp. 2.100,75 maka total investasi orang tersebut dapatkan adalah:

Rp. 4.998.375 x Rp2.100,75 = Rp 10.500.336,28

Berapa keuntungan yang didapatkan olehnya?

Modal saat membeli reksadana Rp10.000.000

Investasi yang didapat pada saat menjual reksadana Rp10.500.336

Keuntungan= Rp 10.500.336- Rp10.000.00= Rp. 500.336

Dimana Bisa Membeli Reksadana Pasar Uang?

Sebagai calon investor, Anda bisa membeli reksadana pasar uang di beberapa tempat, yakni:

  • Perusahaan Aset Manajemen
  • Bank
  • Secara Online

Sesuai dengan karakteristiknya, jenis reksadana pasar uang direkomendasikan bagi investor yang memiliki horizon atau waktu investasi kurang dari satu tahun. Potensi hasil investasi reksadana pasar uang dalam jangka panjang memang tidak setinggi reksadana saham, namun potensi kerugiannya jauh lebih kecil. Sehingga ada kemungkinan kalau Anda juga akan mengalami kerugian keuangan yang kecil.

Sebelum Anda membeli produk investasi reksadana atau produk investasi lainnya, sebaiknya Anda mempertimbangkan beberapa hal seperti kenalilah produk investasi tersebut dengan baik dan pastikan pula Anda memiliki tujuan keuangan dan rencana keuangan. Karena jika Anda berinvestasi tanpa tujuan, maka hal tersebut akan membuat Anda bingung dan tidak fokus.

Advertisement
Advertisement by Google

Reksadana Pasar Uang | admin | 4.5
shares