Pengertian Wakaf dan Lembaga Wakaf yang Mengelolanya

Monday, May 29th, 2017 - Others

Advertisement

Wakaf merupakan salah satu hal yang bisa menjadi penyokong perekonomian umat. Umumnya, benda wakaf yang biasa disumbangkan adalah tanah yang biasa dijadikan masjid, lembaga pengajian, lembaga pendidikan dan masih banyak lagi. Meski begitu, pengelolaan yang belum maksimal justru kerap menjadikan harta wakaf ini menjadi kurang produktif sehingga belum bisa memberikan sumbangsih besar kepada umat secara luas.

Jika ditinjau dari segi bahasa, wakaf memiliki arti menahan. Sedangkan berdasarkan istilah, wakaf berarti menahan benda dengan zat kekal untuk bisa diambil manfaat yang berguna untuk kebaikan serta kemajuan agama Islam. Dalam hal ini, menahan benda tersebut bukan berarti menjual dan juga bukan diberikan atau diwariskan, namun berarti disedekahkan sehingga bisa diambil manfaatnya saja. Dari penjelasan tersebut, maka bisa diambil kesimpulan jika wakaf merupakan salah satu dari berbagai pemberian, namun hanya bisa diambil manfaatnya saja dan benda tersebut harus tetap utuh. Untuk itu, syarat harta yang bisa diwakafkan adalah harta yang jenis tidak habis pakai dan umumnya bisa dipindahkan seperti tanah dan bangunan.

Advertisement

Hukum wakaf ini sendiri sama dengan amal jariyah dan bukan merupakan sedekah biasa karena pahala dan manfaatnya yang besar untuk umat secara keseluruhan. Harta wakaf ini harus terus dimanfaatkan untuk kepentingan umat secara umum sehingga tidak boleh diwariskan, dijual atau dihibahkan. Berikut ini beberapa syarat harta wakaf, yaitu:

  • Diwakafkan selama-lamanya dan tidak dibatasi dengan waktu tertentu.
  • Tunai dengan tidak menggantungkan pada peristiwa tertentu, misalnya saja Anda akan mewakafkan benda tanah, namun jika mendapat keuntungan dari bisnis.
  • Orang yang diberi wakaf jelas dan barang yang diwakafkan bisa dimiliki.

Sedangkan rukun wakaf yaitu:

  • Orang yang berwakaf, dengan kehendak sendiri dan berhak untuk berbuat baik, meskipun non muslim.
  • Harta wakaf, dengan syarat harta tersebut bisa dimiliki dan dipindahkan zatnya dan memiliki manfaat baik ketika diberikan atau di kemudian hari. selain itu harta wakaf juga harus milik sendiri.
  • Tempat wakaf.

Meski memang wakaf ini terlihat seperti sedekah biasa, namun sangat berbeda jika ditinjau dari sudut pandang yang lain karena harta yang diserahkan adalah harta yang tidak habis pakai, namun bisa bermanfaat hingga terus menerus. Untuk itu, tak heran jika harta yang diwakafkan adalah harta yang harus memiliki wujud barang serta tahan lama dan bisa bermanfaat untuk banyak orang misalnya tanah, pepohonan, bangunan dan lainnya. meski begitu, pengelolaan wakaf ini kerapkali hanya dikelola secara tradisional berdasar adat setempat sehingga kurang bisa bermanfaat untuk umat secara luas. Itulah mengapa saat ini sudah ada lembaga wakaf yang bisa membantu mengupayakan pemaksimalan harta wakaf tersebut sehingga bisa dimanfaatkan untuk umat sepenuhnya dan produktif.

Advertisement
Advertisement by Google

Pengertian Wakaf dan Lembaga Wakaf yang Mengelolanya | admin | 4.5
shares