Cerita Inspiratif Kehidupan “Tunggu Ibu, Jangan Pergi Dulu”

Thursday, January 19th, 2017 - Lifestyle

Advertisement

Kehidupan sangat erat hubungannya dengan keluarga. Siapa pun ia, di mana pun posisinya, ia pasti datang dari sebuah keluarga. Manusia biangnya khilaf terkadang lupa arti dari sebuah keluarga. Kita perlu untuk selalu diingatkan. Semoga cerita inspiratif di bawah ini dapat mengingatkan sesuatu yang berharga yang terlupakan oleh Anda.

Terpaan angin yang berhembus kencang membuat dedaunan berayun ke kanan dan ke kiri. Dedaunan dari pepohonan itu membelai atap rumah yang terbuat dari seng. Teriknya matahari mampu dihantarkan dengan sempurna oleh atap rumah itu ke seluruh isi rumah. Seorang ibu terlihat menggendong anaknya. Pada saat yang sama, tangan satunya digunakannya untuk membolak-balikkan ikan yang digorengnya. Pasalnya anaknya sedang rewel. Beberapa waktu dalam setiap harinya ia ingin selalu digendong.

Advertisement

Tak hanya sampai di situ, ia juga akan bosan dan menangis jika hanya digendong saja. Maka Lastri, nama dari seorang ibu itu sesekali harus berjalan, menimang, menghendak-hentakkan tubuhnya perlahan agar si bayi dalam gendongan tidak menangis. Belum lagi ia harus mengerjakan pekerjaan rumah, bekerja mencucikan pakaian tetangga untuk membantu suaminya. Semuanya ia lakukan tanpa keluhan. Dengan tawa kecil dari Maya, malaikatnya itu, segala penatnya seakan terangkat, melayang dan hilang.

Begitulah sepotong kenangan yang selalu mampu membuat Lastri tersenyum di hari tuanya. Suaminya telah meninggal dunia terlebih dahulu beberapa tahun lalu. Kebaikan dan kebijaksanaannya masih membekas. Sedangkan putri kecil mereka telah dewasa dan menghadiahi mereka cucu perempuan yang cantik bernama Lina. Dengan mandi keringat, Lastri dan suaminya menyekolahkan putri mereka dan berhasil menghantarkannya pada kesuksesan.Cerita Inspiratif Kehidupan

Suatu hari, Lina mendatangi ibunya di ruang baca. “Mama, aku ingin jalan ke belakang rumah,” ucapnya dengan polos.

“Buat apa, sayang? Kamu mau jalan-jalan? Nanti Mama ajak ke mall.”

“Tidak Ma, aku ingin melihat Nenek.”

“Nenek sakit, nanti kamu ketular atau apa. Lagian, Mama sudah bayar orang buat ngurus Nenek. Itulah gunanya jadi kaya, sukses. Makanya kamu rajin belajar.”

“Baik Ma. Lina akan belajar keras, lalu sukses seperti Mama. Setelah itu, Lina akan buatkan rumah kecil di belakang rumah Lina untuk Mama tinggali sendirian.” Lina tersenyum kecil lalu berlari-lari kecil kegirangan.

Maya tertegun. Dalam benaknya terlintas, apa rasanya jika diacuhkan Lina seperti itu nanti. Kenapa Lina tidak mau menemaninya? Perlahan air mata membuncah dari mata galaknya. Hatinya bertanya, apa yang telah ia lakukan pada ibunya sendiri? Ibunya terkena stroke semenjak meninggalnya ayahnya dan dia tak pernah sekali pun merawat bahkan hanya menggantikan pakaian ibunya pun tak pernah. Ia tak pernah mengajak anaknya untuk bermain bersama neneknya. Ia tak pernah ada waktu untuk ibunya.

Seketika Maya langsung meninggalkan laptop-nya yang masih menyala, ia berlari lunglai menuju rumah kecil yang ditempatinya dulu, meninggalkan rumah megah yang ia nikmati sendiri. Hatinya meringis dan berkata, “Tunggu Ibu, jangan pergi dulu. Semoga masih sempat.”

Advertisement
  • ibu jangan pergi
Advertisement by Google

Cerita Inspiratif Kehidupan “Tunggu Ibu, Jangan Pergi Dulu” | admin | 4.5