Cara Grup APRIL Memanfaatkan Air Dengan Efisien

Wednesday, September 27th, 2017 - Others

Advertisement

APRIL Group

Image Source: APRIL

Advertisement

            Air merupakan sumber kehidupan. Tanpa air, keseimbangan alam dipastikan bakal terganggu. APRIL Group menyadari hal tersebut. Maka, mereka berusaha keras menggunakan air seefisien mungkin dalam setiap operasi perusahaan.

            Arti penting air tidak perlu dipertanyakan lagi. Semua makhluk hidup di dunia memerlukannya. Akibatnya, pada masa mendatang, air diprediksi air bisa menjadi hal paling berharga.

            Karena sedemikian penting bagi kehidupan, keberadaan air wajib dijaga. Sumber air bersih juga mesti dilindungi, begitu pula pemanfaatannya perlu dilakukan seefisien mungkin. Sebab, jika tidak dipelihara, air bersih bisa hilang karena habis. Kalau hal tersebut terjadi, akibatnya bagi semua makhluk hidup akan fatal.

            Grup APRIL yang merupakan salah satu anak perusahaan Royal Golden Eagle tahu persis hal tersebut. Perusahaan yang bergerak dalam industri pulp dan kertas ini kemudian berusaha sebisa mungkin memanfaatkan air secara bijaksana.

            Harus diakui, dalam proses produksi, APRIL Indonesia memerlukan air. Namun, APRIL mampu memakai air secara efisien. Mereka hanya menggunakan air untuk produksi dalam jumlah sedikit. Sesudahnya pun sebagian air dapat dikembalikan ke alam dengan aman.

            Mengapa bisa seperti itu? Pemanfaatan teknologi tinggi dalam penggunaan maupun pengolahan air buangan di tubuh APRIL Group menjadi kunci. Hal itu terlihat nyata di unit bisnis APRIL Asia, PT Riau Andalan Pulp & Paper (RAPP). Perusahaan yang berbasis di Pangkalan Kerinci itu memperlihatkan diri bisa memanfaatkan air dengan efektif sekaligus mengelolanya agar tetap bersahabat dengan lingkungan sesudah menjadi limbah.

            Untuk melakukan produksi pulp dan kertas, PT RAPP mengambil air dari Sungai Kampar yang melintasi kawasan Pangkalan Kerinci. Namun, jumlah air yang mereka manfaatkan sangat kecil jika dibandingkan dengan debit air Sungai Kampar.

Tercatat, unit bisnis APRIL Indonesia tersebut hanya memakai 1.89 persen dari rata-rata debit air Sungai Kampar. Jumlah tersebut sangat jauh di bawah aturan pemerintah.

Air dari Sungai Kampar kemudian dimanfaatkan untuk pembuatan pulp atau kertas. Air digunakan untuk mencuci kayu yang menjadi bahan baku maupun dalam proses peleburan bubur kertas.

Sebelum ke sana, ada proses yang dilewati terlebih dulu. Sesudah diambil dari Sungai Kampar, air kemudian dialirkan ke tangki penjernih yang disebut clarifier dan kantong saringan pasir. Proses ini perlu dilakukan supaya air menjadi jernih.

Dari sana, air baru dialirkan ke pabrik untuk proses produksi. Pemberian zat kimia yang aman dilakukan agar kebersihan air terjaga. Ini penting untuk memastikan air terbebas dari bakteri dan kuman.

Meski aliran air di Sungai Kampar berlimpah, APRIL Group tetap mementingkan efisiensi. Mereka berusaha memakai air sedikit mungkin dalam setiap proses produksi. Akibatnya, hanya sekitar 22 persen air yang terpakai dalam proses produksi pulp dan kertas. Sebanyak 78 persen malah bisa dikembalikan lagi ke Sungai Kampar dengan aman.

Ini penting karena APRIL berkomitmen untuk menjaga efisiensi penggunaan air dalam proses produksi. Hal itu demi menjalankan salah satu prinsip kerja dalam grup Royal Golden Eagle. Di dalam perusahaan ini, terdapat salah satu kewajiban dalam bekerja, yakni ikut aktif menjaga keseimbangan iklim.

Bagaimana hal tersebut bisa dilakukan? Salah satunya ialah menjaga kelestarian lingkungan. Mempertahankan sumber air tetap bersih serta memanfaatkan hasilnya dengan efisien termasuk di dalamnya.

MENGOLAH AIR LIMBAH

MENGOLAH AIR LIMBAH

            Salah satu problem besar dalam keberadaan industri adalah limbah. APRIL Group juga menghadapi masalah serupa. Namun, mereka berhasil melakukan pengolahan limbah dengan baik sehingga tidak merugikan bagi alam.

            Terkait air, APRIL Group memiliki Instalasi Pengolahan Air Limbah yang memadai. Jumlahnya cukup untuk memastikan air buangan proses produksi tidak berbahaya. Bahkan, keberadaan IPAL juga memungkinkan proses daur ulang air agar bisa dimanfaatkan ulang.

            Ada keistimewaaan dalam IPAL yang dimiliki oleh Grup APRIL. Fasilitas ini memiliki integrated clarifier dan aeration basin. Sebagai pengembangan teknologi terkini dalam pengolahan limbah, dua fasilitas tersebut membuat APRIL mampu menurunkan tingkat zat pencemar dalam limbah cair hingga 95 persen.

            Bukan hanya itu, IPAL yang dipunyai Grup APRIL juga bisa meminimalkan jumlah lumpur yang dihasilkan dalam proses pengolahan air limbah. Kemampuan itu bisa dimiliki karena IPAL milik APRIL memiliki sistem khusus yang dikenal sebagai Minimum Biosludge Production (MBP).

            Secara ringkas, air limbah proses produksi pulp dan kertas dialirkan ke fasilitas IPAL, Air ditampung dalam fasilitas clarifier. Di sana dilakukan proses penjernihan ulang dan pengolahan untuk memastikan air aman untuk dikonsumsi.

            “Setelah melalui proses penjernihan, bahan kimia yang aman kemudian diinjeksi ke dalam air untuk memastikannya terbebas dari bakteri dan zat-zat berbahaya. Pada akhirnya, air akan dialirkan ke penampungan (reservoir) dan kemudian dialirkan ke pabrik dan perumahan sekitar Pangkalan Kerinci,” kata Kepala Pengolahan Air di PT RAPP, Yulius.

            Proses ini juga memperlihatkan efisiensi air yang dilakukan oleh APRIL Indonesia. Sesudah diproses, air limbah tidak langsung dikembalikan ke Sungai Kampar atau ke saluran air milik warga. Air masih bisa dipakai untuk proses produksi berikutnya. Ini membuat APRIL Asia tidak terus-menerus mengambil air dari Sungai Kampar.

            APRIL Indonesia mencatat sekitar 89 persen dari total air yang diambil dari Sungai Kampar bisa dimanfaatkan ulang. Air dapat digunakan lagi untuk proses produksi yang baru.

            Namun, air yang sudah diproses sebetulnya aman untuk dikembalikan ke sungai atau dimanfaatkan warga untuk aktivitas sehari-hari. APRIL memiliki sebuah tim khusus untuk memastikan proses pengolahan limbah berjalan baik. Mereka inilah yang setiap melakukan pengecekan keamanan air sisa produksi APRIL Asia.

            “Setiap hari selama dua jam, saya selalu mengecek proses di clarifier dan pabrik. Saya harus memastikan kualitas air apakah sudah memenuhi standar. Selain itu, mengawasi kinerja dan disiplin para operator di lapangan,” ujar Yulius.

            Akibatnya air yang diolah dalam IPAL milik APRIL dipastikan aman untuk dikonsumsi. Mereka mengolah air sedemikian rupa supaya air memiliki kadar PH sebesar 6,8 hingga 7,2 agar dapat dimanfaatkan oleh manusia.

            Selain demi menjaga kelestarian lingkungan, APRIL melakukannya karena ingin memberi manfaat bagi masyarakat di sekitarnya. Hal ini adalah salah satu prinsip kerja mereka sebagai bagian dari grup Royal Golden Eagle. Keberadaan APRIL diharapkan berguna bagi orang banyak.

            Ini pula yang membuat tim pengolahan air PT RAPP terus bersemangat dalam bekerja. Mereka sadar pekerjaannya tidak hanya menguntungkan perusahaan, melainkan juga memberi manfaat bagi masyarakat sekitar, “Saya masih ingin berdedikasi dan bekerja untuk RAPP, sehingga saya bisa membantu menyediakan air bersih bagi warga sekitar,” kata Yulius.

            Beragam proses ini memperlihatkan APRIL Group benar-benar mampu memanfaatkan air secara efisien. Dengan teknologi yang dimilikinya, mereka menggunakan air dari sungai sesedikit mungkin untuk proses produksi. Mereka pun mampu mengolah ulang agar dimanfaatkan kembali. Ketika akhirnya dikembalikan ke sungai, air sudah diolah sedemikian rupa dalam IPAL. Akibatnya air dipastikan aman dan bahkan bisa dimanfaatkan lagi.

Advertisement
  • cara memanfaatkan air
Advertisement by Google

Cara Grup APRIL Memanfaatkan Air Dengan Efisien | admin | 4.5
shares